Minggu, 21 Desember 2008

Benjamin Franklin (1706-1790) Pengagum Badai, Temukan Penangkal Petir


"Waktu adalah uang". Itulah kata-kata yang masih populer sampai sekarang yang awalnya disampaikan oleh Benjamin Franklin. Kita mungkin lebih mengenalnya sebagai politikus, pemimpin revolusi di Amerika dan salah satu penandatangan Deklarasi Kemerdekaan Amerika. Namun, di balik itu ternyata tokoh yang panggilan akrabnya "Ben" ini juga seorang wartawan, penerbit, pengarang, dan sekaligus juga penemu. Ben lah yang menjadi kepala kantor pos pertama, pembuat perpustakaan umum pertama, dan orang pertama yang mengorganisir barisan pemadam kebakaran di Amerika. Dan tentu saja ia juga orang pertama yang menemukan penangkal petir.

Benjamin Franklin adalah anak Josiah Franklin dan terlahir di Milk Street, Boston, AS, pada tanggal 17 Januari 1706. Benjamin adalah anak bungsu dari 17 anak Josiah dari dua perkawinan. Benjamin berhenti sekolah pada saat ia berusia sepuluh tahun, dan pada umur dua belas tahun ia telah magang pada usaha penerbitan milik James, kakak laki-lakinya. Percetakan ini menerbitkan surat kabar New England Courant.


Benjamin menjadi kontributor dan bahkan kemudian editor surat kabar itu. Suatu hari kakak beradik ini berselisih hingga akhirnya Benjamin melarikan diri, pertama-tama ke New York, lalu ke Philadelphia pada Oktober 1723. Setelah itu Benjamin mengalami banyak pengalaman yang berat yang menempanya menjadi salah satu tokoh yang paling banyak dikenang karena karya-karyanya.
Pengagum badai


Benjamin Franklin sangat terpukau dengan kekuatan badai dan petir. Mungkin jika ia masih hidup hingga sekarang kita bisa menambahkannya sebagai storm chaser seperti dalam film "Twister" atau tayangan dokumenter di televisi tentang badai dan petir.

Di Boston, Massachussetts pada tahun 1746, Franklin memulai rangkaian eksperimen listriknya. Dengan cepat ia mengubah tempat tinggalnya menjadi semacam laboratorium kecil dengan menggunakan alat-alat yang ada di sekitar rumahnya tersebut. Dalam salah satu eksperimennya, Ben secara tidak sengaja terkena aliran listrik (kesetrum). Mungkin inilah awal keinginannya untuk dapat menciptakan alat yang bisa menggunakan kekuatan listrik dan menangkal dampak negatifnya.
Franklin kemudian menghabiskan musim panas tahun 1747 nya dengan serangkaian eksperimen listriknya. Ia menuliskan laporan dan mengirimkannya kepada Peter Collinson, temannya di London yang juga seorang saintis yang sangat tertarik untuk memublikasikan hasil kerjanya. Bulan Juli Franklin memperkenalkan istilah positif dan negatif untuk menggambarkan muatan listrik untuk menggantikan istilah vitroeus dan resinous yang dipakai sebelumnya. Franklin juga menjelaskan konsep baterai listrik dalam suratnya untuk Collison pada musim semi 1749, namun saat itu ia belum mengetahui bagaimana teori tersebut bisa berguna untuk kepentingan manusia.


Pada tahun yang sama Benjamin Franklin mengemukakan pendapatnya tentang kesamaan antara listrik dan petir. Kesamaan yang dimaksud adalah dalam hal warna cahaya, arah aliran, bunyi yang dihasilkan, dan banyak lagi. Pada masa itu bukan hanya ia yang memiliki pendapat demikian, namun kemudian Franklin lah yang pertama kali membuktikan pendapatnya itu.

Penemuan Franklin Rod
Pada tahun 1750, dalam upayanya membuktikan bahwa petir adalah listrik, Franklin mulai berpikir untuk melindungi manusia, gedung, dan struktur lain dari bahaya sambaran petir. Ia kemudian menciptakan alat dari batangan besi dengan panjang 8 atau 10 kaki yang ujungnya dibuat runcing. Ia berpendapat bahwa besi berujung runcing tersebut akan menarik listrik dan dengan dihubungkan ke tanah (bumi) akan mengosongkan listrik statis yang berasal dari awan. Pendapat ahli lain menyebutkan bahwa besi berujung bundar akan lebih efektif. Pendapat ini mendapat dukungan dari Raja George III. Perbedaan pendapat dan dukungan terhadap teori Franklin pada saat itu dituduh sebagai salah satu ciri ketidakpatuhan.


Dua tahun berikutnya barulah ia mencoba alat hasil rakitannya tersebut. Batang besi runcing ditempatkannya di puncak atap gereja dan menunggu petir menyambarnya. Karena tidak sabar ia memutuskan untuk mendekatkan alat penghubung dengan awan dengan menggunakan layang-layang. Sebagai pemicu datangnya aliran listrik ia menggunakan sebuah kunci yang terbuat dari logam, dan menempelkannya pada layang-layang. Meski dengan beberapa upaya pencegahan, namun percobaan ini termasuk percobaan yang sangat berbahaya. Beberapa menyebutkan bahwa Franklin terluka setelah percobaan tersebut. Namun, hal itu juga menjadi bukti bahwa teori Franklin tentang kesamaan listrik dengan petir telah terbukti.

Alat penangkal petir temuan Franklin yang terkenal dengan nama Franlin Rod kemudian banyak digunakan oleh rumah-rumah dan jenis bangunan lainnya. Rangkaian penangkal petir terbesar yang mengadopsi teori Franklin ini terlihat di kubah State House di Maryland. Penggunaannya didedikasikan untuk mengenang Benjamin Franklin sang penemu.***

Disarikan dari paparan Rudi Haryanto S.Si. : http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=12721

Petir ini dalam Qur'an

Allah mengarahkan perhatian pada kilauan luar biasa dari petir dalam Qur'an,

"...Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan." (QS. An Nuur, 24:43)

Kilatan yang terbentuk turun sangat cepat ke bumi dengan kecepatan 96.000 km/jam. Sambaran pertama mencapai titik pertemuan atau permukaan bumi dalam waktu 20 milidetik, dan sambaran dengan arah berlawanan menuju ke awan dalam tempo 70 mikrodetik. Secara keseluruhan petir berlangsung dalam waktu hingga setengah detik. Suara guruh yang mengikutinya disebabkan oleh pemanasan mendadak dari udara di sekitar jalur petir. Akibatnya, udara tersebut memuai dengan kecepatan melebihi kecepatan suara, meskipun gelombang kejutnya kembali ke gelombang suara normal dalam rentang beberapa meter. Gelombang suara terbentuk mengikuti udara atmosfer dan bentuk permukaan setelahnya. Itulah alasan terjadinya guntur dan petir yang susul-menyusul.
Saat kita merenungi semua perihal petir ini, kita dapat memahami bahwa peristiwa alam ini adalah sesuatu yang menakjubkan. Bagaimana sebuah kekuatan luar biasa semacam itu muncul dari partikel bermuatan positif dan negatif, yang tak terlihat oleh mata telanjang, menunjukkan bahwa petir diciptakan dengan sengaja. Lebih jauh lagi, kenyataan bahwa molekul-molekul nitrogen, yang sangat penting untuk tumbuhan, muncul dari kekuatan ini, sekali lagi membuktikan bahwa petir diciptakan dengan kearifan khusus.


Allah secara khusus menarik perhatian kita pada petir ini dalam Al Qur'an. Arti surat Ar Ra’d, salah satu surat Al Qur'an, sesungguhnya adalah "Guruh". Dalam ayat-ayat tentang petir Allah berfirman bahwa Dia menghadirkan petir pada manusia sebagai sumber rasa takut dan harapan. Allah juga berfirman bahwa guruh yang muncul saat petir menyambar bertasbih memujiNya. Allah telah menciptakan sejumlah tanda-tanda bagi kita pada petir. Kita wajib berpikir dan bersyukur bahwa guruh, yang mungkin belum pernah dipikirkan banyak orang seteliti ini dan yang menimbulkan perasaan takut dan pengharapan dalam diri manusia, adalah sebuah sarana yang dengannya rasa takut kepada Allah semakin bertambah dan yang dikirim olehNya untuk tujuan tertentu sebagaimana yang Dia kehendaki.

Disarikan dari : http://www.harunyahya.com/indo/artikel/092.htm

Kamis, 11 Desember 2008

Pengukuran Arde Pada Tanki Timbun Crude Oil


Langkah pertama menentukan layak tidaknya sebuah Earth Tester untuk pengukuran arde adalah posisi range kerja batere pada scale "Batt".. Jika masih masuk, bisa dipakai di lapangan. Posisikan Earth Tester pada posisi select "VAC" - posisi klem pada bak kontrol jangan dilepas, "Ukur" apabila tidak menunjukkan skala tertentu (harus menunjukkan 0) berarti tidak ada bahaya "Listrik Statis" pada tanki timbun, sehingga pengukuran bisa dilanjutkan. Jika peda VAC menunjukkan skala tertentu, segera hubungi petugas SHER (Safety) untuk penanganan lebih lanjut. Biasanya yang dilakukan oleh petugas Safety adalah dengan menghubungkan ke Bonding yang R-nya pasti lebih rendah, sehingga Elektro Statis hilang/ dibuang ke Bumi. Hal yang sama dilakukan dengan mengikatkan kabel tembaga antara flange fitting pada pipa, untuk mencegah elektro statis. Setelah VAC=0, lalu pindahkan posisi select pada RX100 (harus tidak menunjuk), terus ke Rx10 (boleh menunjuk), terus RX1 (harus menunjuk). Jika R lebih dari 10 Ohm adalah jelek (menurut PUIL dan PECPS). Maka gunakan trik untuk menurunkan tahanan Grounding dengan cara memparalelkan/ memperbanyak RODs.

Mengukur Tahanan Isolasi Kabel dengan Insulation Tester


NYFGBY 3 X 70mm2 X 10KV (3=Kabel Isi 3, 70=Penampang, 10KV=Tahanan Isolasi mampu menahan hingga 10KV, biasanya digunakan pada tegangan kerja 6000V.

Pemilihan Megger (insulation Tester) menurut rumus Empiris PUIL (Peraturan Umum Instalasi Listrik)/ PECPS (Petrolum Elektro Code Pertamina Standar)= 3 X E Kerja. Dalam Kasus

Tegangan Kerja 6000V maka 6000X3=18000, maka dipakai Hipot Tester atau jika menggunakan Insulation Tester menggunkan range yang tertinggi (10000V atau 15000V).

Macam Insulation Tester :
100
500
1000
2000
3000
5000
7000
10000
15000
>15000 (Hipot)

3 Langkah pengukuran :
S-T dijumper lewat coil mendapatkan Guard
L dihubungkan ke R
E dihubungkan ke Ground

R-S dijumper lewat coil mendapatkan Guard
L dihubungkan ke RT
E dihubungkan ke Ground

R-T dijumper lewat coil mendapatkan Guard
L dihubungkan ke RS
E dihubungkan ke Ground

RIsolasi Minimal = 1000 X E Kerja, maka jika hasil pengukuran menunjukkan 1000M Ohm, maka memenuhi syarat, karena 1000X6000=6 M Ohm, jadi masih diatasnya.

Disarikan dari Tutorial Mr. Sukardi AdiSuryo MT

Selasa, 02 Desember 2008

Menentukan Jenis Kabel Down Konduktor

Satu hal yang perlu diperhatikan dalam hal menentukan Jenis, Type Kabel untuk Down Konduktor Sistem Proteksi Petir dirangkum pada tulisan ini


ERICORE Version 3- One Model ERICOREThe goal was to improve on the performance of E2, yet keep size benefits of E1- Insulation spec’d at LDPE or XLPE, minimum rating of 33 kV, 50 kV/mm. - Cable to be triple extruded – extruded semiconductive layers to be 0.5 mm- 55mm sq core- Semi-conductive outer sheath 100ohm.mm- Insulation Layer 1.8mm – improved tolerance

TestingIndependent Test results at TRL Labs in Melbourne Result => breakdown at 310kV @ 1.2/50usRecall E1 and E2, same tests breakdown at 180-190kV 1.2/50us


Disarikan http://www.petir.com/ericore_v3.html

Sabtu, 29 November 2008

Tidak ada WD40 .. Coca-cola pun jadi

Rekans.. Mungkin diantara kita ada yang "Hobby" maintenance Grounding dan sedang melakukan perawatan rutin, membersihkan karat pada "Klem Rod" pada Bak Kontrol Down Konduktor, Bak Kontrol Grounding Ring etc.. dan jika hal paling buruk terjadi, jika persediaan WD40 habis.. (lihat juga bahaya WD40) Jangan kawatir.. Di remote area-pun yang namanya minuman segar "Coca-Cola" produksi PT. Cola-Cola Botling terjual bebas di pinggir jalan, dan rupanya bisa dipakai untuk mengguyur klem rod yang berkarat, diamkan sesaat lalu lakukan pengendoran baud seperti halnya ketika memakai WD 40.. Dan jangan lupa kalau ada sisa! jangan dibuang.. Masih bisa kita nikmati juga toh :) (Thanks for Emilia for Tips 1999)

Selasa, 25 November 2008

Segitiga Petir - Triangle of Lightning


Sebenarnya apa sih pencetus terjadinya "Petir". Ada 3 elemen penting dimana suatu daerah mungkin jadi langganan petir .. 1. Aerosol (Bisa dari partikel-partikel hasil Industri). 2. Humidity (Kelembaban). 3. Up draft (Udara Naik). Jadi kalau ketiganya terpenuhi, besar kemungkinan akan membentuk Awan Comulonimbus dan terjadilah petir.